Penghijauan Hutan Desa Dukuh dalam Rangka Hari Juang TNI AD 2025


Kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 dilaksanakan di Hutan Desa Dukuh, tepatnya di kawasan kaki Gunung Agung yang berada di sekitar areal suci Goa Tapa Sidhi, pada Sabtu, 7 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya pencegahan bencana alam, khususnya banjir dan kerusakan hutan.

Sebanyak 2.500 bibit pohon ditanam dalam kegiatan penghijauan tersebut. Lokasi Hutan Desa Dukuh dipilih karena memiliki fungsi penting sebagai kawasan resapan air serta wilayah penyangga ekosistem di kaki Gunung Agung. Penghijauan dilakukan untuk memperkuat kondisi hutan agar mampu menjaga keseimbangan alam dan melindungi wilayah sekitar dari dampak cuaca ekstrem.

Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya TNI AD gabungan Kabupaten Karangasem, warga Desa Adat Dukuh, aparat Desa Dukuh, serta siswa-siswi SMK. Kolaborasi antara unsur militer, pemerintahan desa, lembaga adat, dan generasi muda menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga lingkungan hidup. Seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan hingga penanaman bibit di lapangan.

Jenis bibit pohon yang ditanam terdiri atas beringin, asam jawa, apupu, sengon, belalu, dan sawo kecik. Pemilihan jenis tanaman tersebut didasarkan pada kemampuannya dalam menjaga struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mendukung kelestarian ekosistem hutan desa. Selain itu, beberapa jenis pohon memiliki nilai ekologis dan kultural yang penting bagi masyarakat sekitar kawasan suci.

Proses penanaman dilakukan secara gotong royong dengan pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian peserta bertugas mengambil dan mendistribusikan bibit pohon, sementara peserta lainnya membuat lubang tanam. Setelah lubang siap, bibit ditanam secara bergiliran dan ditutup dengan tanah agar dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.


Anggota TNI AD berperan aktif dalam kegiatan ini, tidak hanya turut menanam pohon, tetapi juga membuka rangkaian acara serta mendokumentasikan kegiatan sebagai bagian dari edukasi dan publikasi lingkungan. Kehadiran TNI menjadi penggerak sekaligus simbol keterlibatan negara dalam menjaga kelestarian alam dan mendorong partisipasi masyarakat.

Antusiasme masyarakat Desa Dukuh terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan usia mengikuti penanaman pohon dengan penuh semangat dan rasa gembira. Keterlibatan pelajar juga menjadi bagian penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap alam.

Sebelum kegiatan penghijauan dilakukan, kondisi Hutan Desa Dukuh masih tergolong minim vegetasi di beberapa bagian. Setelah ribuan bibit pohon ditanam, diharapkan kawasan hutan memiliki keragaman jenis tanaman yang lebih banyak sehingga mampu memperkuat fungsi ekologis dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong, dan semangat kebersamaan ditanamkan kepada seluruh peserta. Kerja kolektif antara TNI, pemerintah desa, lembaga adat, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat jangka panjang dari kegiatan penanaman pohon ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah terjadinya banjir dan longsor, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. Bagi masyarakat sekitar, keberadaan hutan yang terjaga memberikan rasa aman dan mendukung keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual, khususnya di kawasan suci Goa Tapa Sidhi.

Sebagai tindak lanjut, perawatan bibit pohon akan dilakukan secara berkala oleh aparat desa, pengelola hutan desa, serta masyarakat setempat. Perawatan meliputi pembersihan area sekitar tanaman, pengawasan pertumbuhan, serta penggantian bibit yang tidak tumbuh. Keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan menjadi kunci utama agar kegiatan penghijauan ini memberikan manfaat nyata bagi generasi sekarang dan mendatang.

Kegiatan penanaman 2.500 pohon di Hutan Desa Dukuh menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga alam, memperkuat solidaritas sosial, dan mewariskan lingkungan yang lestari bagi masa depan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aktivitas Pembuatan Banten di Desa Dukuh

Menjalani Hidup: Cerita Pembuat Arak Bali dari Kubu Dukuh Karangasem

Upakara Palebonan Maligia Ngalinggihang Ida Bhatara