Aktivitas Pembuatan Banten di Desa Dukuh


Di Desa Dukuh, tepatnya di Griya Candi Karang Manik, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, aktivitas pembuatan banten menjadi salah satu kegiatan penting yang dikerjakan secara bersama-sama. Setiap harinya, sekitar 13 orang ibu-ibu berkumpul untuk membuat berbagai jenis banten, mulai dari Suci, Pejatian, Pebangkit, Sorohan, hingga Pulogembal.

Objek lokasi pembuatan banten ini berada di pedesaan dengan suasana yang khas: tenang, tidak terlalu ramai, dan dikelilingi pepohonan kelapa, pisang, serta tanaman hias yang tumbuh di sekitar pekarangan rumah. Dari tempat ini, Gunung Agung tampak jelas menjulang, menambah nuansa asri dan sejuk.

Aktivitas manusia sehari-hari di sini cukup hidup. Dari pagi hingga sore, terlihat ibu-ibu yang sibuk bekerja: ada yang menyiapkan sampian, membuat suci, menanding sorohan, hingga memandu jalannya pekerjaan. Mereka bekerja dari pukul 08.30 pagi sampai 17.00 sore, dengan suasana kebersamaan yang akur dan penuh canda. Sesekali terdengar suara ayam berkokok, bahkan burung-burung kecil beterbangan, menambah kesan pedesaan yang alami.

Bahan-bahan untuk membuat banten semuanya dibeli, meski cukup mudah didapatkan. Dalam sehari, mereka mampu menyelesaikan sekitar 50 banten yang kemudian dijual untuk keperluan piodalan, pengabenan, hingga Ngersigana. Sebagian besar pembeli berasal dari warga sekitar Karangasem.

Bagi para pembuatnya, hasil penjualan banten ini tidak hanya sebatas pekerjaan, tetapi juga menjadi penopang kehidupan keluarga. Walau ada tantangan seperti harus tepat waktu dalam pengerjaan, semangat mereka tetap terjaga. Harapan terbesar para ibu-ibu ini adalah agar aktivitas pembuatan banten terus berlanjut, bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta tetap memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjalani Hidup: Cerita Pembuat Arak Bali dari Kubu Dukuh Karangasem

Upakara Palebonan Maligia Ngalinggihang Ida Bhatara