Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Upakara Palebonan Maligia Ngalinggihang Ida Bhatara

Gambar
Upacara palebon Ida Pandita Mpu Nabe Parama Manik Gni Dwi Jaksara di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem menjadi perhatian besar masyarakat karena memiliki nilai spiritual, budaya, dan sosial yang sangat tinggi. Palebon ini dipandang istimewa karena dilaksanakan untuk seorang sulinggih atau tokoh suci agama Hindu yang telah banyak berperan dalam kehidupan spiritual masyarakat. Sebagai Ida Sri Empu, kedudukan Ida Pandita Mpu Nabe Parama Manik Gni Dwi Jaksara dianggap sebagai puncak pencapaian dalam jalan dharma, sehingga prosesi palebonnya mengandung tahapan upacara yang lebih sakral dibanding pelebon masyarakat biasa. Persiapan palebon dimulai sejak 16 September hingga puncaknya pada 29 September 2025. Panitia inti terdiri atas keluarga besar dan pemangku dari Desa Dukuh yang mengatur seluruh rangkaian kegiatan. Masyarakat setempat juga turut ambil bagian dengan semangat gotong royong. Palebon ini bukan sekadar upacara perpisahan, melainkan penghormatan terakhir terhadap s...

Cerita Pengrajin Lemari di Desa Dukuh

Gambar
Di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, saya berkesempatan meliput kehidupan seorang pengrajin lemari bernama I Wayan Bagiasa. Beliau mulai menekuni pekerjaan membuat lemari sejak tahun 2019, tepatnya pada masa pandemi Covid-19, dan sampai sekarang sudah menekuni profesi ini selama enam tahun. Dalam kesehariannya, I Wayan Bagiasa menggunakan kayu jati perhutani, jati kebun, dan jati desa yang dikenal kuat dan tahan lama. Kayu tersebut diperoleh dari kebun, biasanya dibeli dalam bentuk gelondongan. Selain kayu, bahan lain yang dipakai antara lain triplek, paku, lem, dan berbagai jenis cat kayu. Proses pengerjaan dilakukan dengan alat modern, seperti mesin serut juinter, meskipun beberapa pekerjaan masih menggunakan alat manual seperti palu dan gergaji. Satu lemari biasanya membutuhkan waktu sekitar lima hari pengerjaan, dengan perbedaan waktu yang jelas antara model sederhana dan model rumit. Desain lemari umumnya mengikuti pesanan pembeli, tetapi tren yang banyak diminati ...

Aktivitas Pembuatan Banten di Desa Dukuh

Gambar
Di Desa Dukuh, tepatnya di Griya Candi Karang Manik, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, aktivitas pembuatan banten menjadi salah satu kegiatan penting yang dikerjakan secara bersama-sama. Setiap harinya, sekitar 13 orang ibu-ibu berkumpul untuk membuat berbagai jenis banten, mulai dari Suci, Pejatian, Pebangkit, Sorohan, hingga Pulogembal. Objek lokasi pembuatan banten ini berada di pedesaan dengan suasana yang khas: tenang, tidak terlalu ramai, dan dikelilingi pepohonan kelapa, pisang, serta tanaman hias yang tumbuh di sekitar pekarangan rumah. Dari tempat ini, Gunung Agung tampak jelas menjulang, menambah nuansa asri dan sejuk. Aktivitas manusia sehari-hari di sini cukup hidup. Dari pagi hingga sore, terlihat ibu-ibu yang sibuk bekerja: ada yang menyiapkan sampian, membuat suci, menanding sorohan, hingga memandu jalannya pekerjaan. Mereka bekerja dari pukul 08.30 pagi sampai 17.00 sore, dengan suasana kebersamaan yang akur dan penuh canda. Sesekali terdengar suara ayam berkokok, b...

Menjalani Hidup: Cerita Pembuat Arak Bali dari Kubu Dukuh Karangasem

Gambar
  Di Dusun Caniga, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, saya meliput kehidupan pasangan suami istri I Nengah Mandeg dan Ni Nyoman Suwini. Sang bapak menekuni pembuatan arak Bali dengan penyulingan sederhana menggunakan pipa dan bambu, sedangkan istrinya dengan telaten merangkai canang untuk kebutuhan upacara. Rumah mereka tidak jauh dari tempat tinggal saya, berada di lingkungan yang tenang dengan suara ayam, burung, dan sapi di luar pekarangan. Pepohonan kelapa, pisang, serta bunga-bungaan tumbuh di halaman, menciptakan suasana asri. Dari luar rumah terlihat tungku penyulingan arak, sementara di sudut lain Ni Nyoman Suwini sibuk menata janur untuk membuat canang. Saat berbincang dengan mereka, tersirat cerita tentang bagaimana pekerjaan itu dijalani sejak lama, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana hasilnya menjadi penopang keluarga. I Nengah Mandeg menuangkan tuak ke ember, sedangkan Ni Nyoman Suwini tetap tersenyum sambil membuat canang. Kehidupan sederhana ini men...