Menjalani Hidup: Cerita Pembuat Arak Bali dari Kubu Dukuh Karangasem

 


Di Dusun Caniga, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, saya meliput kehidupan pasangan suami istri I Nengah Mandeg dan Ni Nyoman Suwini. Sang bapak menekuni pembuatan arak Bali dengan penyulingan sederhana menggunakan pipa dan bambu, sedangkan istrinya dengan telaten merangkai canang untuk kebutuhan upacara.

Rumah mereka tidak jauh dari tempat tinggal saya, berada di lingkungan yang tenang dengan suara ayam, burung, dan sapi di luar pekarangan. Pepohonan kelapa, pisang, serta bunga-bungaan tumbuh di halaman, menciptakan suasana asri. Dari luar rumah terlihat tungku penyulingan arak, sementara di sudut lain Ni Nyoman Suwini sibuk menata janur untuk membuat canang.

Saat berbincang dengan mereka, tersirat cerita tentang bagaimana pekerjaan itu dijalani sejak lama, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana hasilnya menjadi penopang keluarga. I Nengah Mandeg menuangkan tuak ke ember, sedangkan Ni Nyoman Suwini tetap tersenyum sambil membuat canang. Kehidupan sederhana ini menghadirkan potret nyata tentang ketekunan, kesabaran, dan harapan untuk masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aktivitas Pembuatan Banten di Desa Dukuh

Upakara Palebonan Maligia Ngalinggihang Ida Bhatara