Cerita Pengrajin Lemari di Desa Dukuh
Di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, saya berkesempatan meliput kehidupan seorang pengrajin lemari bernama I Wayan Bagiasa. Beliau mulai menekuni pekerjaan membuat lemari sejak tahun 2019, tepatnya pada masa pandemi Covid-19, dan sampai sekarang sudah menekuni profesi ini selama enam tahun.
Dalam kesehariannya, I Wayan Bagiasa menggunakan kayu jati perhutani, jati kebun, dan jati desa yang dikenal kuat dan tahan lama. Kayu tersebut diperoleh dari kebun, biasanya dibeli dalam bentuk gelondongan. Selain kayu, bahan lain yang dipakai antara lain triplek, paku, lem, dan berbagai jenis cat kayu. Proses pengerjaan dilakukan dengan alat modern, seperti mesin serut juinter, meskipun beberapa pekerjaan masih menggunakan alat manual seperti palu dan gergaji.
Satu lemari biasanya membutuhkan waktu sekitar lima hari pengerjaan, dengan perbedaan waktu yang jelas antara model sederhana dan model rumit. Desain lemari umumnya mengikuti pesanan pembeli, tetapi tren yang banyak diminati belakangan ini adalah model retro minimalis dengan kaki di bagian bawah. Proses pembuatan tidak dikerjakan sendirian, melainkan melibatkan empat orang dengan sistem upah borongan. Untuk sebuah lemari dua pintu, gaji borongan bisa mencapai Rp600.000 per orang.
Dalam perjalanan membuat lemari, kendala tetap ada, seperti kayu yang retak akibat cuaca panas atau kesulitan saat mengatur bahan. Namun, kendala ini biasanya diatasi dengan dempul, penggosokan, pengecatan ulang, atau finishing halus. Untuk tahap akhir, lemari diberi sentuhan moilek atau clear dari tiner agar hasilnya tampak rapi dan mengkilap.
Harga lemari buatan beliau bervariasi, mulai dari Rp1,2 juta untuk lemari satu pintu hingga Rp2 juta untuk lemari dua pintu. Pasarnya tidak hanya warga sekitar, tetapi juga menjangkau seluruh Bali, dengan pembeli terbanyak berasal dari wilayah Gianyar. Dari segi penghasilan, usaha ini sudah menjadi pekerjaan utama dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ke depan, I Wayan Bagiasa berharap bisa mengembangkan usaha pembuatan lemari ini, tidak hanya dengan memperkerjakan lebih banyak orang, tetapi juga memperluas pemasaran melalui jalur online. Harapannya, usaha ini tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang.



Komentar
Posting Komentar